
Review Salomon Quest 4D Forces 2: Raja Sepatu Gunung Kelas Berat – Di dunia kegiatan outdoor seperti hiking, trekking, dan backpacking panjang, keberadaan sepatu gunung berkualitas tinggi merupakan kebutuhan utama. Salah satu sepatu gunung yang sering disebut sebagai raja di kelasnya adalah Salomon Quest 4D — yang dalam versi terbaru hadir dalam berbagai varian termasuk lini Forces dan GTX dengan teknologi 4D Chassis. Sepatu ini dirancang untuk menghadapi medan berat sekaligus memberikan kenyamanan yang tahan lama bagi penggunanya.
Model ini kerap dipuji karena kombinasi stabilitas, support pergelangan, serta ketahanan yang ditawarkannya bagi pendaki maupun profesional lapangan. Meski harganya bukan yang paling murah, kualitas keseluruhan membuatnya layak jadi pertimbangan utama saat mencari sepatu gunung kelas berat. Berikut ulasan lengkapnya.
Konstruksi, Desain, dan Teknologi 4D
Salah satu hal yang membuat Salomon Quest 4D berbeda dari banyak sepatu hiking lain adalah teknologi 4D Chassis — sebuah sistem stabilisasi yang dirancang untuk mengontrol gerakan kaki secara alami saat berjalan di medan tidak rata. Teknologi ini membantu mengurangi risiko terkilir dan meminimalkan kelelahan, terutama saat membawa beban berat dan melalui jalur panjang. (Tactical Gear 4 Life)
Bagian atas sepatu biasanya terbuat dari kombinasi bahan berkualitas tinggi seperti nubuck leather dan nylon tahan abrasi. Desain semacam ini memberikan perlindungan ekstra terhadap batu tajam, akar, dan permukaan kasar, sekaligus tetap cukup fleksibel untuk kenyamanan. Outsole menggunakan karet Contagrip yang memberikan traksi cukup baik di sebagian besar medan tanah dan batu. (Winterbear)
Versi GTX dilengkapi lapisan Gore-Tex waterproof, yang membuat kaki tetap kering saat melewati kubangan, semak basah, atau aliran air dangkal. Namun, lapisan ini bisa membuat sepatu terasa agak kurang “bernapas” di cuaca sangat panas, sesuatu yang perlu dipertimbangkan jika Anda sering hiking di daerah tropis atau cuaca kering. (Trailspace)
Performa di Jalur dan Kenyamanan
Secara umum, sepatu ini menawarkan support pergelangan kaki yang unggul serta stabilitas luar biasa, terutama saat membawa beban ransel berat atau melewati medan yang tidak rata. Penempatan midsole yang agak kaku membantu penggunanya tetap balance dan meminimalkan tekanan pada kaki saat langkah turun atau menanjak curam. (GearLab)
Beberapa pengulas menyebutkan bahwa sepatu membutuhkan break-in period yang sedikit lebih panjang dibanding sepatu hiking ringan biasa — biasanya beberapa hari atau puluhan kilometer berjalan agar material benar-benar menyesuaikan bentuk kaki. Meski demikian, setelah masa adaptasi, banyak pengguna melaporkan kenyamanan yang solid untuk penggunaan harian di trek berat maupun long trek. (Six Storeys)
Traction yang diberikan oleh sol Contagrip efektif pada banyak permukaan seperti tanah padat, loose gravel, serta jalur berbatu. Namun ada catatan bahwa traksi pada permukaan licin seperti batu basah atau salju padat bisa kurang optimal tanpa tambahan perangkat traction tambahan seperti microspikes. (TrailGroove Magazine)
Kekuatan vs Tantangan
Kekuatan utama dari sepatu ini jelas berada pada dukungan kaki dan kestabilan. Banyak pengguna lama merasa bahwa Quest 4D mampu menjaga kaki tetap aman dari cedera pergelangan selama hiking panjang, terutama saat membawa tas berat — sesuatu yang tidak selalu mudah dicapai oleh sepatu hiking midweight lain. (Trailspace)
Namun, seperti produk kelas berat lainnya, ada juga beberapa catatan penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Beberapa pengguna di komunitas hiking online melaporkan isu terkait ketahanan jangka panjang, seperti jahitan yang terlepas atau sol yang menipis lebih cepat dari yang diharapkan, terutama pada model-model yang diproduksi baru-baru ini. (Reddit)
Ada pula pendapat yang menyebut bahwa sistem tali sepatu (laces) bisa terasa terlalu tebal dan sulit diatur, serta kecenderungan tali menjadi longgar jika tidak diikat dengan benar. Hal ini bisa membuat penyesuaian saat pendakian menjadi sedikit lebih merepotkan. (Trailspace)
Beberapa pengguna juga menemukan celah terkait fit dan kenyamanan awal, terutama di bagian muka kaki atau area yang sering mengalami lipatan saat langkah. Kondisi ini sering hilang setelah masa break-in, tetapi bagi pendaki yang sensitif terhadap tekanan tertentu, hal ini tetap menjadi pertimbangan. (Reddit)
Cocok untuk Siapa Salomon Quest 4D?
Mengacu pada kombinasi teknologi dan fitur yang dimilikinya, sepatu ini sangat cocok bagi:
- Pendaki gunung dan trek panjang, terutama rute backcountry yang menuntut stabilitas ekstra.
- Pengguna yang sering membawa beban berat, seperti ransel untuk hiking 2–7 hari.
- Hiking di medan kasar seperti batu, akar, dan permukaan tidak rata.
- Cuaca basah atau trek berlumpur, karena Gore-Tex dapat menjaga kaki tetap kering.
Namun, jika Anda mencari sepatu untuk trail ringan, aktivitas santai, atau pendakian yang relatif pendek dan tanpa beban berat, pilihan midweight atau low cut yang lebih ringan bisa lebih nyaman dan efisien.
Tips Perawatan dan Penggunaan
Agar Salomon Quest 4D tetap tahan lama dan berfungsi optimal, ada beberapa tips yang bisa diikuti:
- Lakukan break-in dengan pemakaian bertahap sebelum trek panjang agar kaki dan material sepatu saling menyesuaikan. (Six Storeys)
- Rawat material leather dan textile dengan pembersihan rutin — terutama setelah hiking di kondisi basah atau berlumpur. (GearLab)
- Lapisi ulang waterproofing eksternal secara berkala jika sering terkena air — ini bisa meningkatkan umur waterproofing Gore-Tex. (GearLab)
- Gunakan insole yang nyaman jika Anda memiliki lengkungan kaki tinggi atau memerlukan dukungan ekstra.
Kesimpulan
Salomon Quest 4D Forces 2 adalah salah satu sepatu gunung kelas berat terbaik yang tersedia saat ini, dengan kemampuan stabilitas dan dukungan kaki yang menjadikannya pilihan favorit bagi pendaki serius serta trek panjang. Dengan teknologi 4D Chassis dan material berkualitas tinggi, sepatu ini mampu menghadapi medan yang menantang sekaligus memberi kenyamanan meski dipakai sepanjang hari.
Meskipun ada catatan seperti masa break-in, beberapa isu traksi pada permukaan tertentu, serta pengalaman keraguan mengenai ketahanan jangka panjang di beberapa produksi, keseluruhan fitur dan performa membuatnya tetap layak menjadi pilihan utama bagi mereka yang benar-benar membutuhkan sepatu kelas berat. Jika Anda sering menjelajah jalur ekstrem dan mencari sepatu yang mendukung setiap langkah, model ini tetap patut dipertimbangkan.